Template Undangan Aqiqah dan Syukuran 7 Bulanan (Tedak siten)
![]() |
| Undangan Aqiqah & Tasyakuran 7 Bulanan (Tedak Siten) |
Tapi, ternyata tidak semudah itu, Ferguso. Ada banyak tantangan dan drama yang melingkupinya. Jadi, meski tergolong lingkupnya kecil, mempersiapkannya tidak mudah, butuh perhitungan dan perumusan yang presisi ala polisi dan visioner. Sebab, perhitungan yang tidak tepat akan berdampak seumur hidup.
Bagaimana tidak, yang diundang adalah tetangga. Cerita kocak dari sebuah acara akan jauh lebih bisa abadi dibanding catatan buruk pejabat di negeri Konoha, ya kan wkwk. Cerita kocak itu mungkin akan sering berseliweran di antara bapak atau ibu-ibu saat cangkruk di malam minggu, dalam pertemuan arisan, atau saat tetangga mau menggelar acara serupa. "Iyo, ojo koyok pas aqiqah iki, kurang ngene," ungkap emak emak yang mode julid lagi on wkwkw.
Alhasil, saya dan istri sangat berhati-hati dan tidak mau mengambil risiko. Solusinya, semuanya pesan aja. Ya nggak apa apa, terkesan sedikit no ribet-ribet club. Maklum generasi milenial kadang terserang wabah mager kalo soal urusan masak-memasak. Tapi, intinya kan kami siapkan dan hitung segala sesuatunya.
Setema Pernikahan
Saya kebagian tugas menyiapkan printilan undangan untuk para tamu. Setelah bergulat dengan Adobe Ilustrator beberapa waktu, taraa undangan itu akhirnya sudah jadi. Desain undangan yang lumayan oke tekah selesai. Agar ada nuansa dramatisasi seperti di film Korea, desain dibuat tiga lipatan wkwk. Lipatan 1 judul, lipatan 2 isi undangan, dan lipatan 3 berisi foto unyu fonya saat mau berangkat ngaji wkwk.
Jadi ada dinamika perasaan yang bergulat saat menerima, membuka, lalu membaca undangan karya keluarga kami ini. Dari depan, muncul perasaan penasaran. Lalu dibuka, ada perasaan mengeja kata demi kata. dan di akhir ditutup dengan senyum gregetno si Fonya yang mau berangkat ngaji wkwkw.
Jadi ada dinamika perasaan yang bergulat saat menerima, membuka, lalu membaca undangan karya keluarga kami ini. Dari depan, muncul perasaan penasaran. Lalu dibuka, ada perasaan mengeja kata demi kata. dan di akhir ditutup dengan senyum gregetno si Fonya yang mau berangkat ngaji wkwkw.
Desain ornament berupa sulur tripical ini, saya samakan dengan tema saat kami menikah pada 16 Juli 2023 di Hotel Ningrat dulu. Warna ungu cukup dominan pada desain tersebut karena kata Istri warna itu bernuansa elegan, mewah, dan royal. "Ini kaya acara acara di Kerajaan Inggris. itu pasti pakai bunga warna ungu," tegas istri yang menjelaskan alasan memilih warna ungu tersebut. berikut hasilnya:
Jika mungkin berminat, Anda dapat mendapatkan template ini dengan cara menghubungi nomor ini wkwkw 088217980504. Anda dapat file pdf dengan konten kosong yang bisa diisi, juga bisa saya desainkan sesuai keterangan Anda, cuma 20 k.
Tradisi Uleman
Tradisi Uleman
Mengiringi ulasan ini, sebenarnya dalam tradisi jawa ada yang namanya uleman. Uleman adalah tradisi mengundang seseorang untuk datang ke rumah kita karena ada acara tertentu. Biasanya, anak sulung, lajang tertua yang melakukan hal ini.
Dia akan datang ke ruamh seseorang, dengan cara tradisi Jawa. Yaitu, mengucapkan salam, meminta ijin untuk masuk rumah, menyampaikan ungkapan-ungkapan pembuka alias abang-abang lambe (prolog basa-basi), lalu mengungkapkan maksud kedatangan dan menyampaikan undangan secara langsung.
Hal-hal itu bukan tanpa alasan. Maknanya, tetntu adat kesopanan dan penghargaan kepada orang lain adalah nilai yang sangat kuat dalam tradisi sosial Jawa. Menghargai orangnya, juga tempat tinggalnya, dan disampaikan dengan cara-cara yang baik.
Sangat jarang generasi saat ini cukup memahami hal tersebut. Ada banyak peristiwa di mana pemuda datang lalu ketemu pemilik rumah di halaman langsung menyampaikan undangan secara lisan. Kurang enak bukan? ya kurang diuwongne kalo kata pemilik rumahnya.
Nah kembali dengan acaranya si Fonya, undangan kertas cetak mungkin tidak bisa sepenuhnya menggantikan tradisi sosial seperti itu. Namun, di tengah sosial masyarakat yang juga turut berubah, tradisi itu sedikit menjawab tantangan menjadi sebuah tradisi sosial baru.
Apalagi, di lingkungan tempat tinggal kami tidak semuanya orang Jawa, ada Madura dan lain-lain. Intinya, menghargai orang lain itu adalah rumus agar kita juga dapat dihargai orang lain. Entah cara dan tradisi sosialnya mungkin akan berbeda-beda.
Intinya, kami punya niat untuk mengumpulkan tetangga dan mengungkapkan syukur kepada yang Maha Kuasa atas usia 7 bulan Fonya. Yang lebih inti lagi, kami jangan sampai lupa memberikan undangannya kepada tetangga wkwk
Intinya, kami punya niat untuk mengumpulkan tetangga dan mengungkapkan syukur kepada yang Maha Kuasa atas usia 7 bulan Fonya. Yang lebih inti lagi, kami jangan sampai lupa memberikan undangannya kepada tetangga wkwk
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar
Salam kenal 😊 Terima kasih sudah berkomentar. Sering-sering mengecek postingan terbaru dari www.omahloretan.blogspot.com yaa 😊